Tahapantahapan untuk mendesain user experience (UX) adalah seperti berikut ini: Objektif Setelah memilih metode nya, maka langkah selanjutnya ialah mengumpulkan data dan menganalisisnya. Ketika mengumpulkan data pastikan kamu lakukan dengan benar dan detil. Jika tidak, maka saat menganalisisnya kamu akan mengalami kesulitan. Setelahanda lolos pada tahapan interview dengan HRD, maka anda pun akan bisa melanjutkan tahapan lain yakni interview user. Untuk tahapan satu ini, biasanya anda akan langsung berbicara atau diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan anda nantinya. Sehingga dibutuhkan pengetahuan terkait pekerjaan yang nantinya anda lamar. Tahapawal adalah interview HRD yang akan membahas seputar diri kamu. Selanjutnya yaitu interview user yang pertanyaannya akan lebih mendalam dan detail. Congratulation jika kamu bisa sampai pada tahap ini, because it's been a long way. Kamu sudah berjalan sejauh ini, maka persiapkan diri dengan matang. Baca juga: Sudahi Resahmu! Sangatpenting bagi kamu datang tepat waktu jangan sampai membuat interviewer menunggu. Jika hal tersebut terjadi, bisa saja menjadi nilai minus buat kamu. Datanglah 30 menit sebelum jadwal interview user. 2. Kenali user lebih dalam. Sebelum interview user, cobalah lakukan riset terkait profil perusahaan dan calon atasanmu. Apayang Dilakukan Setelah Screening Interview? Setelah melakukan screening interview, tentunya proses rekrutmen karyawan masih berlanjut. Di mana tahap berikutnya adalah HRD memutuskan kandidat mana yang akan lolos ke tahap wawancara selanjutnya. Umumnya, tahapan wawancara selanjutnya yaitu wawancara dengan user atau manajer. 4 Tahap Interview dengan user Tahap ini bersamaan dengan tahap Tes Performance, dimana di tahap ini sesi pertanyaan seputar maskapai penerbangan ditanyakapan kepada calon pramugari. 5. Tahap Psikotest dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris Tahap ini dilakukan saat keesokan harinya, tepatnya setelah test interview. Dan test ini bersifat test tertulis. 6. Pantuhir (Penentuan . Menjalani proses interview kerja di sebuah perusahaan emang gak mudah. Ada beberapa tahapan yang harus dijalani. Namun, jangan salah pasca selesai ada beberapa hal yang harus kamu hindari agar mereka tambah tertarik merekrut kamu lho. Banyak pelamar kerja yang fresh graduate maupun yang udah berpengalaman menganggap setelah proses wawancara berlangsung semuanya udah selesai. Emang sih secara formal penilaiannya udah selesai namun ada kalanya kamu bisa membuat segalanya menjadi berantakan. Secara gak sadar ada beberapa kebiasaan yang rutin kamu lakukan setiap saat menunggu informasi selanjutnya. Bisa jadi itu merupakan penyebab kamu sering ditolak oleh pihak perusahaan. Selain mempengaruhi penilaian, kebiasaan itu bisa bikin males tim HRD untuk melanjutkan proses CV yang udah sampe meja user. Kamu punya kebiasaan tertentu gak setelah interview kerja? Daripada bingung mikirin mending langsung aja nih lihat 7 hal yang harus dihindari pasca wawancara berikut ini. 1. Jangan kepoin sosial media HRD-nya Mengutip dari Business News Daily, hal pertama yang harus kamu hilangin setelah interview kerja adalah kepoin sosial media HRD-nya. Kalau emang udah deket dan sebatas teman doang sih gak apa-apa. Jika konteksnya udah menyangkut masalah pekerjaan hal itu tergolong sangat gak profesional. Selain bikin risih kebiasaan ini udah mengganggu privasi seseorang. Ada baiknya kamu belajar untuk sabar sebab umumnya gagal atau gaknya kamu ditentukan dalam waktu maksimal 2 minggu pasca wawancara. 2. Sering mengirim email untuk menanyakan status Habis interview kerja kadang kita suka gak sabaran untuk menunggu informasi yang kurang pasti dari perusahaan. Mending kalau keterima, kan apes banget kalau udah nunggu lama, tapi ditolak. Oleh karena itu kita memilih menanyakan status perekrutan via email. Walau kadang jawabannya menggantung, kita tetep keukeuh menanyakan nasib. Boleh-boleh aja sih sebenernya menanyakan status kepada HRD lewat email. Asal jangan terlalu sering, paling banyak 1 atau 2 kali setiap tahapan rekrutmen. 3. Mengubah ekspektasi gaji Sebelum melakukan interview kerja kamu harus mempersiapkan berbagai macam jawaban mulai dari pengalaman kerja, kemampuan serta ekspektasi gaji kalau diterima oleh pihak korporasi. Gak sedikit pelamar kerja yang pengin merubah ekspektasi gaji setelah mengetahui beban-beban yang bakal dihadapi sebagai karyawan. Mangkanya sebelum itu kamu wajib mencari tahu metode kerja pegawai disana serta sedikit menyurvei berapa gaji rata-rata karyawannya. 4. Terlalu percaya diri diterima kerja Setiap pencari kerja harus memiliki kepercayaan diri yang baik selama proses perekrutan. Lebih baik lagi sih sampai kerja nanti kalau diterima. Namun segala sesuatu yang berlebihan itu emang gak pernah bagus. Rasa percaya diri yang terlalu tinggi bisa bikin kamu terlihat negatif di depan perusahaan. Alhasil mereka mikir 2 kali deh untuk minta tanda tangan kamu. 5. Gak mem-follow-up proses wawancara Kalau tadi masalahnya terlalu sering menanyakan kabar kepada perusahaan maka kali ini sama sekali gak menanyakan kabar. Kejadian kaya gini juga bisa dilihat negatif atau biasa aja sama penerima kerja karena kita dianggap kurang peduli serta serius memperebutkan kursi yang kosong. Selama tahapan interview kerja paling gak kamu menanyakan sekali kepada HRD tentang status di proses rekrutmen. 6. Bertanya di sosial media milik perusahaan Agar mendapatkan informasi yang jelas orang Indonesia biasanya kreatif mencari celah kesempatan yang tersedia. Beberapa di antaranya adalah dengan bertanya di kolom komentar akun perusahaan. Kamu pasti pernah melihat deh kejadian kayak gitu di beberapa postingan brand besar. Alih-alih pertanyaannya dijawab kamu justru bisa di-notice manajemen dan masuk ke daftar hitam. Walau gak selalu demikian, usaha tersebut sangat gak etis dilakukan oleh siapapun. 7. Memperbarui status media sosial seiring tahapan rekrutmen Kegiatan terakhir yang pamali kamu lakukan setelah interview kerja adalah memposting setiap tahap rekrutmen. Hal ini berlaku kalau kamu terlalu sering melakukannya aja kok, sekali dua kali sih gak masalah. Takutnya momen yang dibagi ke teman-teman kamu tersebut bisa membocorkan kegiatan korporasi. Masalahnya kan kamu belum mendapat izin dari pihak terkait. Nah, itulah tujuh hal yang harus kamu hindari setelah melakukan interview kerja di sebuah perusahaan. Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang karier atau asuransi? Lihat pertanyaan populer seputar topik-topik tersebut di Tanya Lifepal. Tanya jawab seputar interview kerja Apa itu interview user?Interview user adalah interview yang dilakukan seseorang yang berperan sebagai atasan, supervisor, team leader, atau kepala divisi dan nantinya kandidat akan bekerja langsung dengannya. Interview user berbeda dengan Interview HRD. Interview HRD bertujuan mengetahui latar belakang pendidikan dan karakter dari kandidat. Sementara interview user bertujuan mengetahui lebih detail, melihat kemampuan kerja, dan pengalaman dari kandidat itu sendiri. Kenapa penting untuk memiliki asuransi?Perlindungan finansial dari asuransi penting untuk dimiliki agar kamu tidak terbebani dengan pengeluaran mendadak yang pada akhirnya bisa menguras tabunganmu. Pilihan produk asuransi bervariasi sesuai kebutuhan keuanganmu, yaitu asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi mobil, asuransi motor, dan lainnya. Untuk mendapatkan referensi produk asuransi terlengkap, cari tahu di Lifepal. Pertanyaan user interview– Proses melamar pekerjaan memiliki banyak tahap, user interview adalah salah satunya. Namun, kamu harus tahu bahwa pertanyaan user interview dan pertanyaan saat interview HRD berbeda. Apa perbedaannya? Dan bagaimana cara menghadapi interview user supaya tidak gugup dan jawaban kita sesuai yang diinginkan user? Jika kamu masih bingung, kamu harus menyimak artikel ini hingga selesai. Yuk, langsung disimak!‍BACA JUGA Anti Ghosting HR, Ini 5 Cara Minta Reschedule Interview dan Contoh Alasannya‍Apa Itu User Interview?Sebelum membahas berbagai contoh pertanyaan user interview dan tips menjawabnya, kamu perlu paham dulu nih apa itu user interview adalah salah satu tahap seleksi kerja yang harus kamu lalui setelah interview HRD. Bisa dibilang, user interview adalah tahapan final yang akan menentukan diterima atau tidaknya kamu ke proses user interview, kamu akan berbincang langsung dengan user, yaitu orang yang akan bekerja secara langsung denganmu saat nanti diterima. User biasanya adalah senior kerja, supervisor, atau bahkan C-level, tergantung posisi yang kamu lamar.‍Perbedaan Interview HRD & User InterviewInterview HRD dan interview user berada di tahap kedua dalam proses seleksi. Kedua interview ini bisa dilaksanakan di hari yang sama, bisa juga di hari yang berbeda jenis interview ini tentu saja memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut bisa kamu simak di penjelasan berikut Interview HRDDilakukan oleh petugas HR atau lebih tentang hal-hal umum tentang untuk mengecek keabsahan isi CV dan/atau portofolio.‍2. Interview UserDilakukan oleh ketua tim divisi dari posisi yang dilamar akan lebih mendalam tentang pengetahuan kandidat tentang posisi yang dilamar dan skill lain yang dibutuhkan seperti leadership, team work, dan sebagainya.Bertujuan untuk menilai keahlian kandidat terhadap tanggung jawab posisi yang dilamar.‍BACA JUGA Bosan Di-Ghosting HRD? Coba Walk In Interview Aja! Pelajari Selengkapnya Di Sini‍Contoh Pertanyaan User Interview dan Tips MenjawabnyaBerikut adalah contoh pertanyaan user interview dan alasannya. KitaLulus juga memberikan tips jawaban untuk bisa kamu jadikan inspirasi saat menghadapi interview Apa yang kamu ketahui tentang job description posisi yang kamu lamar ini?User menanyakan hal ini untuk tahu apakah kamu benar-benar paham tentang tugas dan tanggung jawab yang akan kamu hadapi di posisi yang kamu lamar. Biasanya, setelah kamu menjelaskan apa saja tugas yang kamu pahami di posisi ini, user akan meminta penjelasan lebih lanjut untuk satu atau dua tugas disertakan contoh yang pernah kamu dengan lugas dan yakin sehingga user melihat bahwa kamu benar-benar memahami tugas dengan baik. Bisa diberikan satu atau dua contoh pengalamanmu secara jika kamu adalah fresh graduate, kamu bisa menjelaskan pengalaman kamu saat magang atau menyelesaikan tugas kuliah yang berkaitan.‍2. Apakah kamu terbiasa dengan deadline? Bagaimana cara kamu manage waktu ketika diberi tugas mendadak dengan deadline singkat?Pertanyaan ini untuk membuktikan bahkan kamu memiliki manajemen waktu yang baik. Jadi, meskipun kamu nantinya dihadapkan dengan deadline ketat, kamu tetap bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan kualitas yang kamu bisa jawab dengan runtutan ketika kamu menyelesaikan pekerjaan atau tugas. Kamu juga bisa menjelaskan apa yang akan kamu lakukan ketika harus menghadapi tugas yang memiliki deadline memang kamu memiliki pengalaman tidak bisa menyelesaikan tugas sendiri karena deadline terlalu singkat, kamu bisa jelaskan apa solusi yang kamu lakukan saat itu. Jawaban tentang meminta bantuan dari rekan kerja lain bisa menjadi pertimbangan user bahwa kamu memiliki manajemen tim yang bagus.‍3. Kamu lebih suka bekerja secara personal atau bersama tim?Pertanyaan ini digunakan untuk mengecek apakah kamu memiliki tingkat kolaborasi yang tinggi atau kamu seorang individualis dan lebih senang bekerja sendiri, kamu tidak apa-apa untuk menjelaskan hal tersebut. Namun, kamu juga harus memberi solusi apa yang kamu lakukan jika ditempatkan dalam sebuah tim.‍BACA JUGA Contoh Pertanyaan dan Cara Menjawab Interview Kerja, Catat!‍4. Apa kelemahan dan kelebihan kamu dalam bekerja?Kamu harus menjelaskan kelemahan dan kelebihan dengan benar. Tidak perlu takut jawaban kamu akan membuat user tidak suka, sebab pertanyaan ini bertujuan supaya user tahu bagaimana sifat kamu dan di mana nantinya kamu menjawabnya tentu saja harus dengan sistem yang seimbang. Jangan hanya memberikan kelemahan, tetapi juga seimbangkan dengan kelebihan kamu yang bisa menetralkan kelemahan tersebut.‍5. Apakah kamu memiliki pengalaman tidak menyenangkan selama kamu bekerja? Bagaimana mengatasinya?Kemampuan menyelesaikan masalah sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan. Menyelesaikan pekerjaan tidak selalu lancar sesuai keinginan, nah pertanyaan ini ditujukan untuk mengetahui seberapa baik kamu dalam menyelesaikan masalah yang kamu dengan santai, jangan gugup. Jika memang pernah memiliki pengalaman tidak menyenangkan yang memang harus diceritakan, usahakan jangan menjelekkan perusahaan lama atau rekan kerja orang lain justru akan menjadi poin minus untuk kamu. Hal ini dikarenakan kamu memberikan kesan akan selalu menjadi sosok tak bertanggung jawab.‍6. Apa respons kamu jika atasan kamu memberikan tugas di luar job desk kamu?Fenomena mengerjakan tugas di luar job desk mungkin sudah biasa di banyak perusahaan, terlebih perusahaan kecil yang memiliki sedikit tim. Namun, tak jarang juga karyawan akan mengeluh jika mendapatkan double pertanyaan ini digunakan user untuk mengetahui bagaimana respons kamu. Jadi, berikan respons yang jujur dengan bahasa yang bisa menjelaskan bahwa kamu memiliki kemampuan diluar skill yang dibutuhkan untuk posisi yang kamu lamar. Jadi, jika memang tugas tersebut harus kamu yang mengerjakan, kamu dapat mengerjakannya. Dengan catatan, tugas utama kamu tetap menjadi prioritas untuk kamu.‍7. Apa pencapaian terbaik kamu?Bukan hanya untuk mengizinkan kamu untuk “menyombongkan” diri, user juga ingin tahu seberapa expert kamu dalam mengerjakan sesuatu. Pencapaian menjadi sesuatu yang relatif untuk setiap orang, maka jawab pertanyaan ini dengan hal yang membuat kamu bangga dalam hidup kamu sudah memiliki pengalaman kerja, kamu bisa menjawab pencapaian sesuai dengan posisi terkait. Namun, jika kamu adalah fresh graduate, kamu bisa menjelaskan pencapaian dengan pengalaman kamu berorganisasi atau hal akademik lainnya.‍BACA JUGA Kisi-kisi Pertanyaan Wawancara dan Tips Menjawab agar Sukses Hadapi HRD‍8. Jika saya meminta satu orang untuk bertanya tentang kamu, siapa yang ingin kamu tunjuk untuk memberikan penilaian objektif tentang kamu?Biasanya, ada user yang memang menghubungi orang lain untuk memvalidasi kejujuran kamu dan ada user yang mengajukan pertanyaan ini hanya untuk mengetahui kejujuran kamu saat dengan menyebut rekan kerja atau rekan organisasi. Berikan alasan bahwa orang tersebut adalah sosok yang jujur. Dia tidak pernah memberikan penilaian subjektif meskipun sangat akrab dengan juga bisa menyebutkan atasan atau ketua organisasi. Hal ini tentu saja dikarenakan atasan atau ketua memiliki pengetahuan lebih tentang anggotanya.‍9. Kenapa saya harus menerima kamu?Pertanyaan ini biasanya dilontarkan untuk mengetahui seberapa percaya diri kamu dengan posisi yang kamu lamar. Selain itu, melalui pertanyaan ini, user ingin tahu seberapa kuat tekad dan keseriusanmu ingin bergabung dengan karena itu, pastikan jawab pertanyaan ini dengan meyakinkan ya! Kamu bisa mulai dengan menyampaikan komitmen untuk bekerja maksimal dengan skill yang kamu punya. Akan tetapi, ucapkan dengan rendah hati dan tidak terlalu agresif.‍BACA JUGA Tak Perlu Gugup, Ini Dia Pertanyaan Interview Kerja yang Biasa Diajukan HRD‍Tips Menghadapi User InterviewSetelah memiliki gambaran jenis pertanyaan yang diajukan oleh user interview, kini giliran kamu untuk menyiapkan diri dengan baik sebelum interview berlangsung. Nah, berikut tips menghadapi interview user agar proses wawancara berjalan dengan gugup, relaks, dan percaya kepada diri tahu semua tentang posisi yang kamu lamar sekaligus perusahaan yang kamu tuju di depan cermin atau dengan orang lain supaya terbiasa berbicara dengan tegas dan CV dan/atau portofolio pernah menjelekkan pihak lain,‍BACA JUGA 10 Pertanyaan Interview Bahasa Inggris dan Jawabannya‍Itulah beberapa informasi sekaligus strategi yang bisa kamu terapkan untuk menjawab pertanyaan user interview. Namun, yang pasti, jawaban yang kamu berikan harus jujur sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan kamu ya. Sebab, user sudah terlatih untuk mengetahui mana kandidat yang berbohong dan untuk kamu yang sekarang masih menjadi job seeker dan memiliki kesusahan dalam mengakses informasi lowongan kerja, kamu bisa mengintal aplikasi KitaLulus di Playstore. Aplikasi KitaLulus akan membantu kamu dalam mendapatkan info lowongan kerja yang kamu melamar kerja melalui aplikasi KitaLulus, kamu akan mengirim lamaran yang langsung diterima oleh HRD melalui WhatsApp mereka loh. Jadi, kamu tidak perlu khawatir lamaran salah KitaLulus juga ada banyak soal psikotes yang bisa kamu kerjaan untuk berlatih. Dengan begitu, kamu akan terbiasa deh dengan jenis-jenis soal langsung saja instal aplikasi KitaLulus di smartphone kamu. Dengan KitaLulus, proses melamar kerja LebihMudah dan menyenangkan!‍ Masih banyak pelamar kerja baru yang tidak mengetahui perbedaan interview HRD dan interview user. Padahal, kedua tahapan wawancara tersebut akan dilalui saat melamar kerja. Perbedaan ini perlu kamu ketahui karena dapat membuatmu lebih siap dalam menghadapinya. Interview sendiri ditujukan agar pewawancara kerja bisa lebih mudah dalam mengenal karakter calon pekerja. Saat mengikuti tes wawancara kerja, kamu akan mendapatkan banyak pertanyaan mulai dari data pribadi, pengalaman kerja, bahkan pertanyaan teknis. Agar kamu lebih siap dalam menghadapinya, yuk ketahui lebih lanjut mengenai perbedaan wawancara HRD dan user! Pada artikel ini, Glints telah berikan penjelasan singkatnya untukmu. Yuk, simak selengkapnya! Perbedaan Interview HRD dan User 1. Pewawancara Sesuai namanya, kamu akan diberi pertanyaan oleh seorang HR ketika melewati proses interview HRD. Sementara dalam interview user, kamu akan diwawancarai oleh calon atasanmu di tempat kerja. Calon atasan inilah yang disebut sebagai user. Jumlah user yang akan mewawancaraimu bisa beragam jumlahnya, mengingat komposisi manajerial tiap perusahaan mungkin saja berbeda. Namun, umumnya akan ada 1-3 orang user yang terlibat dalam interview. Berbeda yang mewawancarai, berbeda pula tugas yang mereka emban ketika menggali informasi mengenai dirimu. 2. Waktu wawancara Perbedaan wawancara HRD dan user selanjutnya terletak pada urutan waktu wawancaranya. Dalam tahapan rekrutmen, interview HRD umumnya dilaksanakan setelah pelamar melewati tahapan penyaringan awal. Selain itu, terkadang akan ada pula psikotes sebelum menuju ke tahapan wawancara. Psikotes ditujukan untuk mengetahui sikap dan kepribadian pelamar. Di sisi lain, interview user merupakan tahapan wawancara paling akhir. Bisa dibilang, kamu tengah dipertimbangkan secara serius oleh perusahaan jika masuk tahapan ini. Oleh karena itu, kamu perlu menyiapkan mentalmu lebih baik agar calon atasanmu dapat merasa bahwa kamulah yang benar-benar paling cocok untuk mengisi posisi ini. Tidak ada salahnya untuk latihan menjawab beberapa pertanyaan interview user dengan teman, mentor, atau seseorang yang bisa memberi feedback kepadamu. 3. Tujuan wawancara Menurut Geeksforgeeks, tujuan dari interview HRD adalah untuk menilai kepribadian, kelebihan, kekurangan, dan kemampuan untuk menjalani peran yang sedang dibuka. Jadi, pertanyaan yang dilontarkan pun tidak akan jauh-jauh dari situ. HRD perlu menilai apakah profilmu sesuai dengan keinginan user atau tidak. Apabila sesuai, barulah kamu akan menghadapi interview dengan user. Nah, interview user ini bukan lagi bertujuan untuk menilai kepribadian, tetapi untuk menggali potensi kemampuan yang kamu miliki untuk posisi tersebut. Sebagai orang yang akan bekerja denganmu, user tentu ingin mengetahui apakah kompetensimu sesuai dengan yang ia dan perusahaan butuhkan. 4. Jenis pertanyaan yang diberikan Perbedaan wawancara HRD dan user yang keempat adalah terkait pertanyaan yang akan diajukan. Pada wawancara HRD, mereka tidak akan menanyakan hal yang terlalu teknis tentang tugas posisi yang kamu lamar. Jenis pertanyaan yang akan mereka berikan di antaranya seperti Pengetahuan dasarmu tentang posisi yang kamu lamar. Sekilas pengalaman kerja sebelumnya yang relevan. Kepribadian, latar belakang, dan kesesuaian riwayat hidup yang kamu kirimkan. Ekspektasi gaji dan kesanggupanmu untuk mulai bekerja. Sedangkan, dilansir dari The Balance Careers, pertanyaan-pertanyaan di tahapan wawancara user biasanya akan lebih mendalam ketimbang wawancara sebelumnya. Beberapa gambaran pertanyaan umumnya adalah sebagai berikut Pengetahuan teknis yang lebih detail tentang posisi yang kamu lamar. Pengetahuan dan skill yang kamu asah dari pengalaman sebelumnya. Hipotesis tentang kondisi tertentu di pekerjaan, lalu kamu akan dimintai pendapat bagaimana cara mengatasinya dengan baik. Pencapaian atau hambatan terbesarmu di pengalaman kerja sebelumnya. Supaya bisa memberi jawaban yang runtut, kamu bisa terapkan metode STAR saat interview HRD maupun user. 5. Hal yang harus dipersiapkan Karena tujuan dan jenis pertanyaannya berbeda, maka kamu juga harus melakukan persiapan yang berbeda pula untuk kedua wawancara ini. Pada wawancara HRD, kamu perlu benar-benar menguasai isi CV atau resumemu. Apabila jawabanmu sangat tidak konsisten, HR mungkin akan mengindikasikan adanya kebohongan. Selain itu, kamu juga harus banyak riset mengenai perusahaan dan posisi yang kamu lamar. Sedangkan untuk interview user, kamu perlu siapkan pengetahuan yang lebih mendalam dan teknis. Contoh kasus terhadap apa yang pernah kamu kerjakan sebelumnya juga sering kali menjadi pertanyaan pada tahapan interview user. Maka, siapkanlah contoh kasus paling unik dan menantang yang pernah kamu alami. Untuk bisa lebih memahami perbedaan interview HRD dan user, kamu bisa perhatikan infografis di bawah ini. Jadi, kamu sudah tahu, kan, perbedaan interview HRD dan interview user? Sekarang, saatnya untuk melakukan persiapan wawancara yang sesungguhnya. Di Glints Blog, kamu bisa temukan kategori yang khusus membahas tips interview. Selain tips menjawab, kamu juga bisa pelajari contoh jawaban dalam bahasa Indonesia dan Inggris supaya kamu bisa punya sedikit inspirasi untuk jawabanmu nanti. Ayo baca kumpulan artikel tentang tips interview sekarang juga supaya kamu lebih siap dan tidak gugup saat wawancara! How to Prepare for HR Interviews Steps to Get Ready for a Third Job Interview Perbedaan Interview User Dan HRD Perbedaan Interview User Dan HRD – Pernahkah kamu mengikuti proses recruitment kerja di kantor dan sudah memasuki waktu interview yang terbagi atas interview user dan interview HRD? Banyak kandidat atau pelamar kerja yang bingung dengan interview HRD dan interview user. Apa itu user dan apa perbedaan dari interview tersebut. Umumnya proses interview user dan HRD ini dilakukan setelah kamu sudah lolos pada tahap tes tulis atau tes psikologi. Sehingga tahapan wawancara kerja HRD dan user menjadi tahapan yang krusial, jika tidak dipersiapkan dengan baik bisa jadi kamu tidak lolos untuk tahapan berikutnya. Baca Dear HRD, Tinggalkan Cara Lama dengan Cara Modern dan Efisien Untuk kamu kandidat yang sedang mempersiapkan diri melakukan interview kerja, perlu banget baca ulasan berikut tentang seluk beluk interview user dan interview HRD, perbedaanya dan tujuan wawancaranya. Mari kita bahas lebih lengkap di ulasan berikut ini. Tahapan Recruitment Karyawan Sebelum sampai pada tahap interview dengan user, kandidat akan menjalani beberapa rangkaian atau tahapan dalam proses recruitment kerja. Dimulai dari tes tulis sampai dengan tes Kesehatan dan tanda tangan kontrak. Proses Recruitment Kerja Pada proses awal berupa tes tulis atau psikotes, kandidat diuji menggunakan soal-soal tentang pengetahuan umum dan soal psikologi. Dimana ini adalah pengujian umum pertama untuk menyeleksi kandidat yang sesuai. Hasil dari pengujian ini adalah berupa skor untuk menilai seberapa luas pengetahuan yang dimiliki dan untuk menilai karakter kandidat dari setiap case tertulis yang diberikan. Jika pada tahapan ini kandidat lolos, maka akan dilanjutkan ke tahapan yang lebih tinggi yaitu interview dengan user dan HRD. Jika keduanya lolos tahapan akhir adalah pemeriksaan Kesehatan. 1. Interview HRD Interview HRD adalah tahapan lanjut setelah kandidat lolos tes tulis atau psikotes di tahap awal. Di proses interview HRD ini, umumnya waktu berselang satu sampai dua minggu dari waktu psikotes sehingga kandidat masih memiliki waktu untuk persiapan sebelum wawancara kerja dilakukan. Tujuan dari interview HRD ini adalah untuk mengenali kandidat secara umum. Baik dari sikap, karakter, sampai dengan penilaian kecocokan kandidat dengan lingkungan kerja di perusahaan tersebut. Baca Jangan Sampai Salah, Perbedaan HRD dan Personalia di Perusahaan Dengan tujuan wawancara tersebut, maka isi dari wawancara HRD juga masih cenderung umum. Berupa pertanyaan diri dan case tertentu. Misalnya Kelebihan dan kekurangan diri Motivasi kerja Pengalaman organisasi dan kerja Penawaran gaji Dan pertanyaan yang berorientasi pada diri kandidat secara umum. Pertanyaan interview HRD lebih lengkap bisa di pelajari di ulasan yang sudah kami buat di tips wawancara HRD dan pertanyaanya berikut. Pada saat ini HRD akan menilai karakter kandidat, menilai kandidat menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang terkadang menjebak. Namun pada saat ini yang paling penting adalah jaga attitude atau sikap. Sebab hal ini akan sangat memengaruhi penilaian HRD terhadap kandidat. Tetap bersikap tenang, jika ada hal yang tidak bisa dijawab, maka gunakan berterus teranglah jika belum bisa menjawab menggunakan bahasa yang sopan. Di tahap ini kamu perlu untuk memiliki karakter percaya diri dan tampilkan diri kamu dengan pakaian yang sopan rapih juga jangan lupa membawa berkas yang dibutuhkan. 2. Interview User Jika sudah lolos interview dengan HRD, maka tahapan lanjut pada interview user. Dimana interview ini memiliki bobot lebih tinggi juga digunakan pertimbangan utama dalam menerima kandidat ke perusahaan tersebut. Interview user dilakukan oleh kepala divisi/kepala bidang atau posisi terkait yang bertanggung jawab atas posisi yang dicari. Tujuan menilai kandidat apakah sesuai dengan kualifikasi bidang kerja. Tidak heran pertanyaan ketika sudah masuk dalam interview user ini lebih spesifik dan menjurus pada pekerjaan yang akan dilamar. Dari pertanyaan umum sampai dengan pertanyaan teknis akan di tanyakan pada sesi ini. Pada interview user ini pertanyaan akan lebih fokus seputar pekerjaan ke depannya, pertanyaan seputar Pendidikan, pengalaman kerja dan organisasi, pengetahuan dan skill. Nah jadi pada waktu interview user seperti ini, kandidat tidak hanya perlu memiliki attitude yang baik juga perlu memiliki pengetahuan tentang pekerjaan yang akan dilamar nantinya. Akan sangat baik jika memiliki latar belakang yang sama di bidang tersebut baik dari segi Pendidikan, pengalaman organisasi, pengalaman kerja/freelancer dan pelatihan yang mendukung. Namun jika latar belakang cukup berbeda, paling tidak kandidat memiliki faktor pendukung agar bisa bertahan dan lolos dalam wawancara kerja ini. Misalnya dengan memiliki passion di bidang tersebut, memiliki karakter yang mendukung di bidang tersebut juga mengikuti pelatihan di bidang tersebut dan lain sebagainya. Pertanyaan yang akan diberikan kepada kandidat dalam interview user ini umumnya adalah Pengetahuan dasar Pengetahuan teknis Pengalaman kerja yang relate Study kasus dan problem solving Jadi sebagai kandidat pastikan kamu sudah mempelajari atau memiliki senjata untuk melakukan interview user ini. 3. Perbedaan Interview User dan HRD Ada beberapa perbedaan mendasar dari interview user dan HRD, mulai dari tahapan interview sampai dengan si interviewernya. Perbedaan Interview HRD Interview User Tahapan Tahap awal setelah psikotes Setelah proses interview HRD Interviewer HRD Calon atasan Kepala bidang/tim leader Tujuan mengenali kandidat secara umum. Baik dari sikap, karakter, sampai dengan penilaian kecocokan kandidat dengan lingkungan kerja di perusahaan tersebut. menilai kandidat apakah sesuai dengan kualifikasi bidang kerja yang akan dilamar. Hal utama yang dilihat Karakter dan kondisi psikologi kandidat Karakter dalam bekerja, Kemampuan kerja, skill dan potensi yang dimiliki Pertanyaan Penilaian umum lebih fokus ke karakter dan pengetahuan umum kandidat Lebih spesifik sudah menjurus ke bidang kerja Persiapan Persiapan diri, persiapan tes kepribadian dan informasi umum. Persiapan yang lebih teknis dan yang mendukung kandidat tentang bidang kerja. Perbedaan Interview User Dan HRD Jadi itulah perbedaan antara interview user dan interview HRD untuk kamu. Pelajari kedua hal ini agar bisa tepat dan memiliki bekal ketika sudah memasuki tahapan interview kerja. Jangan lupa untuk mempersiapkan diri dengan baik pada interview user dan HRD sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan. Tahapan interview kerja adalah tahapan yang paling krusial dalam proses recruitment kerja. Interview ini mulai dari interview HRD sampai dengan user. Yang memiliki tujuan dan sesi masing-masing. Interview HRD lebih berfokus pada menilai karakter dari sisi psikologis kandidat atau pengenalan diri kandidat secara umum. Sedangkan untuk interview user dilakukan lebih spesifik yang membahas mengenai karir dan bidang kerja yang akan di lamar kandidat. Aplikasi absensi Kantor Kita Ketika masuk di proses interview kerja seperti ini yang perlu kamu persiapkan adalah mental dan mempelajari Kembali ilmu yang mungkin diperlukan. Namun jika kamu tidak lolos pada sesi ini, jangan berkecil hati sebab kamu tidak sepenuhnya salah atau kurang. Memang kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan belum ada pada dirimu. Kamu bisa mencoba perusahaan lain atau terus melakukan pengembangan diri untuk mendukung karir yang kamu inginkan. Kelola Karyawan Menggunakan Software Hris Kantor Kita Kelola karyawan lebih mudah menggunakan Software Hr Indonesia dari Kantor Kita. Mengelola database karyawan, absensi online sekaligus Laporan, Payroll dan Add On pendukung kerja dari Kantor Kita lainya. Pengelolaan administrasi karyawan jadi lebih mudah dan membantu HR dalam menjalankan pekerjaan lebih efisien. Cek fitur lengkap Kantor Kita dengan langsung mencoba free trial Kantor Kita selama 15 hari free. Coba semua fitur dan plugin dengan bebas. Langsung daftar di Daftar Kantor Kita atau jika ingin berkonsultasi private bisa langsung ke tim CS Kantor Kita di Kontak Kantor Kita. Dalam proses seleksi kerja, salah satu tahapan yang tidak akan dilewatkan perekrut adalah tahap interview atau wawancara. Melalui tahap penting ini, perekrut akan menilai karakter dan kemampuan kamu untuk bekerja bersama di perusahaan mereka. Oleh karena itu, sebagai fresh graduate yang sedang mencari kerja kamu harus memiliki persiapan yang baik sebelum interview. Umumnya, di dalam proses rekrutmen tahap interview dilaksanakan sebanyak dua kali. Tahapan tersebut adalah interview user dan HRD. Masing-masing tahapan wawancara ini tentunya juga memiliki perbedaan yang wajib kamu ketahui sebagai persiapan sebelum melalui tes. Untuk itu, simak langsung ulasan seputar perbedaan interview user dan HRD berikut ini! Dalam proses rekrutmen, interview HRD biasanya dilaksanakan setelah pelamar mengirimkan dokumen lamaran. Namun, terkadang ada juga perusahaan yang mengadakan tahap psikotes terlebih dahulu sebelum proses wawancara. Biasanya, pertanyaan HRD akan seputar latar belakang dan riwayat hidup sesuai dokumen lamaran yang kamu kirim. Setelah proses interview HRD berhasil dilalui, tahap berikutnya barulah wawancara dengan user. Interview User Dalam interview user, kamu akan berhadapan langsung dengan calon atasan yang nantinya akan bekerja bersama jika diterima di perusahaan tersebut. Melalui tahapan ini, user akan mendapatkan gambaran tentang diri kamu terkait cocok tidaknya menempati posisi yang dilamar. Pertanyaan interview user biasanya lebih mendalam dibanding HRD. Pertanyaan tersebut seputar pengalaman di tempat kerja sebelumnya atau yang berkaitan dengan posisi yang kamu inginkan. Umumnya, wawancara user ini akan menjadi tahapan wawancara terakhir. Sehingga, siapkan mental dan perdalam pengetahuan terkait pekerjaan dan perusahaan yang kamu lamar. Perbedaan Interview User dan HRD Setelah mengenal secara singkat mengenai tahapan wawancara user dan HRD tentunya kamu sudah mendapat sedikit gambaran bukan? Nah, agar lebih memahami perbedaan keduanya, berikut ulasan lengkapnya. 1. Tujuan Wawancara Perbedaan interview user dan HRD yang pertama adalah tujuan wawancara. Interview user bertujuan untuk melihat kecocokan antara pelamar dan user. Sebab, nantinya dalam bekerja keduanya akan selalu saling terhubung. Selain itu, interview ini juga bertujuan untuk melihat potensi calon karyawan agar perusahaan memperoleh SDM Sumber Daya Manusia sesuai kebutuhan. Sementara itu, interview HRD bertujuan untuk menilai calon karyawan dengan mempertimbangkan sisi psikologis, kepribadian, kesehatan, dan kedisiplinan. Melalui kriteria tersebut, pelamar yang lolos ke tahap selanjutnya telah mengalami penyaringan sehingga lebih berkualitas. 2. Pihak yang Melakukan Wawancara Perbedaan interview user dan HRD berikutnya adalah pihak yang melakukan wawancara dengan pelamar. Dalam wawancara user, pihak yang melaksanakan adalah atasan calon karyawan yang nantinya akan berkomunikasi dalam pekerjaan. Sedangkan interview HRD, pewawancara adalah HRD perusahaan. 3. Cara Menilai Potensi Calon Karyawan Dalam wawancara user, pertanyaan interview akan seputar hal teknis terkait deskripsi pekerjaan. Melalui pertanyaan tersebut, user akan menggali potensi calon karyawan berdasarkan jawaban yang disampaikan. Selain itu, user juga memperoleh gambaran terkait kemampuan yang dimiliki. Sedangkan dalam interview HRD, akan diperoleh gambaran tentang kemampuan pelamar dari sisi psikologis. Sebab, mengetahui emosi dan sikap pelamar di awal sangatlah penting. Selain itu, dengan mengetahui karakter calon karyawan HRD dapat memberikan masukan jika suatu hari terjadi konflik dengan rekan kerja atau atasan. 4. Prioritas Kemampuan Wawancara user memprioritaskan kemampuan akademik pelamar. Karena, hal tersebut akan berkaitan dengan beban kerja yang nantinya akan diterima. Selain itu, juga kemampuan analitik calon karyawan. Sebab, jika terjadi masalah teknis dalam pekerjaan nantinya pelamar dapat menyelesaikan masalah tersebut dan tetap bisa bekerja optimal. Sementara itu, wawancara HRD lebih memprioritaskan karakter dan kepribadian pelamar sesuai misi dan visi perusahaan. Seperti apakah calon karyawan adalah orang yang jujur, bertanggung jawab, bersemangat, dan percaya diri. Tahapan interview user dan HRD memang menjadi proses yang wajib dilalui seorang job seeker. Memahami perbedaan interview user dan HRD menjadi salah satu bentuk persiapan yang bisa kamu lakukan sebelum tes dilaksanakan. Untuk itu, manfaatkan kesempatan wawancara tersebut sebagai ajang menunjukkan kemampuan kamu di depan user dan HRD. Semoga sukses! Jangan lupa untuk follow akun Instagram, LinkedIn, Facebook, Twitter, Youtube, dan Official Account LINE dari Campuspedia biar kamu gak makin ketinggalan info seputar kampus, karir, dunia mahasiswa, beasiswa, dan info menarik lainnya. Banyak pencari kerja yang khawatir apakah mereka dapat pekerjaan atau tidak dengan mengenali tanda lolos interview user. Mengapa demikian? Sebab, interview user dapat dikatakan sebagai interview tahap terakhir yang menentukan seseorang lolos proses rekrutmen dan diterima bekerja atau tidak. Biasanya, setelah interview user, para pencari kerja akan merasa harap-harap cemas tentang apakah mereka melakukannya dengan baik dan dapat pekerjaan atau tidak. Terkadang mereka akan berbagi dengan rekan pencari kerja lainnya yang sama-sama diwawancara pada hari itu. Tujuannya adalah untuk setidaknya menemukan tanda-tanda lolos interview user atau tidak dilihat dari pertanyaan yang diajukan, lamanya interview, dan lain-lain misalnya. Meskipun demikian, banyak pula pencari kerja yang tidak melakukan hal tersebut, karena takut akan merasa lebih cemas. Namun, terlepas dari itu, tentu saja lebih baik lagi jika Anda mengetahui tanda lolos interview user untuk mempersiapkan diri atas kemungkinan terburuk. Apa saja tanda-tanda lolos interview user? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini! Baca juga Headhunter Pengertian dan Cara Kerjanya Pengertian dan tahap-tahap interview kerja Interview atau wawancara adalah percakapan dua orang atau lebih yang berlangsung antara narasumber dan pewawancara dengan tujuan mengumpulkan data-data berupa informasi. Oleh karena itu, teknik wawancara adalah salah satu cara pengumpulan data, misalnya untuk penelitian tertentu. Menurut KBBI “wawancara” artinya tanya jawab dengan seseorang pejabat dan sebagainya untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pada layar televisi. Kegiatan wawancara dapat dilakukan untuk berbagai tujuan dan oleh siapa saja, seperti jurnalis, pencari kerja, peneliti, dan sebagainya. Dalam hal ini, interview atau wawancara dilakukan untuk kepentingan proses rekrutmen, yang biasa disebut dengan interview kerja. Interview kerja dilakukan untuk melakukan tanya-jawab dan mengetahui informasi tentang kandidat di luar informasi yang telah dicantumkan pada CV. Apabila Anda dihubungi perusahaan, alur lamaran kerja akan berlanjut ke tahap wawancara. Pada tahapan ini, Anda akan menemukan berbagai proses wawancara yang berbeda-beda tergantung kebijakan perusahaan di mana Anda mengajukan lamaran kerja. Umumnya, ketika melamar pekerjaan ke perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa perbankan, airlines, asuransi, dll., Anda akan mengikuti empat tahap wawancara sebagai berikut. Wawancara dengan HRD dan Administrasi Tes psikotes Wawancara dengan user supervisor, manager, dll. Medical check up Kemudian, jika Anda melamar kerja ke perusahaan startup yang notabenenya lebih dinamis, Anda akan mengikuti empat tahap interview berikut ini. Wawancara denganHRD Personality test Wawancara dengan user supervisor, manager, dll. Wawancara dengan CEO Tahapan-tahapan wawancara tersebut tentu bersifat conditional karena setiap perusahaan memiliki kebijakan terkait proses rekrutmen yang berbeda-beda. Namun, setiap perusahaan pasti melalui rangkaian yang tidak sederhana, sebab para recruiter ingin mencari kandidat terbaik yang cocok untuk perusahaan mereka. Baca juga 10 Tips Kerja Cerdas yang Perlu Anda Ketahui 9 tanda lolos interview user Berikut ini adalah beberapa tanda lolos interview user yang perlu Anda ketahui. 1. Durasi interview yang lama dan mendalam Ketika proses wawancara berlangsung, user tidak hanya bertanya tentang hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar saja. Namun, user juga akan menanyakan hal-hal yang lebih detail dan di luar dari topik pekerjaan. Misalnya bertanya tentang hobi, keluarga, cita-cita, hingga visi dan misi hidup Anda. Oleh sebab itu, user akan menghabiskan waktu lebih lama untuk mewawancarai Anda. Pertanyaan-pertanyaan di luar topik pekerjaan tersebut diajukan oleh user bukan tanpa tujuan. Melainkan merupakan salah satu tanda bahwa user tertarik dengan Anda dan ingin mengenal lebih dalam untuk menentukan apakah Anda cocok dengan perusahaan. Dengan begitu, Anda memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima di perusahaan tersebut. Meskipun tidak selalu begitu, umumnya interview kerja sudah ditentukan berapa lama/durasi untuk tiap-tiap kandidat. Sehingga, ketika durasi wawancara kerja Anda lebih dari durasi yang telah ditentukan, maka besar kemungkinan user menginginkan Anda bekerja di perusahaan. 2. Menjelaskan tentang budaya kerja di perusahaan Tanda lolos interview user berikutnya adalah ketika Anda diberikan penjelasan tentang budaya kerja di perusahaan bersangkutan. Penjelasan terkait budaya kerja tersebut tidak lain adalah untuk melihat apakah Anda seseorang yang adaptable yang dapat menyesuaikan diri dengan budaya tersebut. Hal ini juga berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pribadi Anda sebelumnya. Ketika user menjelaskan tentang budaya kerja, user merasa bahwa kepribadian Anda akan cocok dengan budaya kerja di perusahaan. Selain itu, penjelasan terkait budaya kerja tersebut juga bertujuan agar Anda tidak mengalami “culture shock” dan lebih siap ketika mulai bekerja di perusahaan. 3. Negosiasi gaji Tanda lolos interview user yang paling menonjol adalah ketika Anda dan user mulai bernegosiasi mengenai gaji. Pertanyaan mengenai gaji menjadi penanda bahwa perusahaan menginginkan Anda dan melakukan wawancara bukanlah basa-basi belaka. Sebab, gaji merupakan hal yang serius dan krusial. Anda akan diberikan pertanyaan mengenai jumlah gaji yang Anda harapkan ketika bekerja di perusahaan. User juga biasanya akan memberikan tawaran kepada Anda mengenai jumlah gaji dan fasilitas apa saja yang akan Anda peroleh jika bekerja di perusahaannya. 4. Menjelaskan tentang sistem kerja perusahaan Selain menjelaskan tentang budaya kerja di perusahaan, user juga akan menjelaskan tentang sistem kerja perusahaan. Mengingat sistem kerja merupakan salah satu hal yang bersifat rahasia yang tidak dapat dijelaskan kepada sembarangan orang. Jika Anda diberikan informasi yang rinci tentang cara kerja atau sistem kerja perusahaan, tandanya user mempercayai Anda dan positif untuk menerima Anda bekerja di perusahaan. Sistem kerja berkaitan dengan, misalnya jumlah jam kerja, birokrasi, hingga sistem pemberian gaji. 5. Memberitahu tahapan proses rekrutmen berikutnya Tanda lolos interview user berikutnya adalah ketika sesi interview selesai, tim rekrutmen akan memberitahukan tahap seleksi berikutnya, serta tanggal, tempat, dan waktunya. Informasi terkait seleksi tersebut tidak selalu diberikan secara langsung setelah interview. Namun, tim rekrutmen akan menghubungi Anda kembali tidak lama setelah proses interview, misalnya dalam kurun waktu 24 jam hingga satu pekan setelah interview user. 6. Mengajak Anda berkenalan dengan tim kerja Setelah bernegosiasi gaji, user akan tiba-tiba mengajak Anda berkeliling kantor dan berkenalan dengan tim kerja pada posisi yang Anda lamar. Tentunya, seorang user di perusahaan memiliki jadwal kerja yang padat dan sangat sibuk, jadi tidak mungkin mereka akan menghabiskan waktunya dengan percuma jika tanpa maksud tertentu. Cobalah untuk bersikap santun dan ramah, karena bisa jadi mereka adalah calon rekan kerja Anda nantinya. Tidak semua jobseeker yang menerima panggilan interview punya kesempatan untuk mengenal lebih dekat para pegawai di perusahaan tersebut. Jika Anda mendapatkannya, ini merupakan suatu keistimewaan untuk Anda. Secara tidak langsung, perusahaan memberitahu karyawan lain kalau Anda merupakan orang yang akan bergabung ke dalam divisi mereka nantinya. 7. Bertanya lebih rinci tentang skill dan pengalaman yang dimiliki Berikutnya adalah ketika user bertanya lebih rinci tentang keahlian atau skill yang Anda miliki serta pengalaman kerja yang dimiliki, maka besar kemungkinan Anda lolos interview user. Setelah itu, biasanya user akan memberikan sebuah kasus atau pendapat Anda tentang suatu masalah. Hal tersebut dilakukan untuk melihat bagaimana Anda mampu memberikan solusi atas masalah tersebut secara profesional sesuai dengan skill dan bidang pekerjaan. Jika jawaban Anda sesuai dengan yang mereka inginkan, itu menjadi tanda Anda lolos interview user dan diterima bekerja di perusahaan. 8. Menanyakan kapan Anda bisa mulai bergabung dengan perusahaan Jika tim rekrutmen merasa Anda cocok untuk mengisi posisi yang dibutuhkan, mereka pasti mengharapkan Anda bisa segera bergabung dalam tim. Setelah selesai interview, Anda akan diberikan pertanyaan terkait kapan dapat mulai bekerja di perusahaan. Ketika hal tersebut terjadi, Anda jangan tergesa menjawab, cobalah berpikir dulu dengan matang. Jika user memang sudah yakin dengan Anda, mereka pasti sangat menghargai jawaban yang Anda berikan saat itu. 10. Menjelaskan tentang benefit bekerja di perusahaan Ketika proses interview, bila perekrut antusias menjelaskan seputar benefit dan beragam fasilitas yang akan Anda dapat nanti, ini bisa jadi ciri Anda diterima. Saat perekrut menyampaikan benefit, artinya mereka sedang “merayu” Anda agar tertarik bergabung dengan perusahaan. Jika tim rekrutmen dari awal tidak tertarik dengan Anda, biasanya mereka tidak akan menonjolkan keunggulan perusahaannya di depan Anda. Jadi, ketika ada kesempatan ini, pastikan Anda memanfaatkannya dengan baik. Contohnya, Anda bisa bertanya dengan detail mengenai benefit tersebut. Baca juga Tips Menjawab Pertanyaan Tentang Motivasi Rekrutmen Saat Interview Proses rekrutmen lebih praktis dan fleksibel dengan aplikasi HRIS GreatDay HR Salah satu tanggung jawab HR adalah mengatur dan memfasilitasi jalannya proses rekrutmen karyawan baru di perusahaan. Memilih dan memilah jumlah lamaran juga CV yang terlampau banyak pasti akan membuat Anda kewalahan. Selain itu prosesnya juga memakan waktu yang lama dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga menyebabkan pekerjaan lainnya terkadang terbengkalai. CV dan lamaran yang berupa dokumen cetak juga tidak ramah lingkungan dan tidak beraturan. Untuk mengatasi hal tersebut, aplikasi GreatDay HR hadir guna mempermudah dan membuat pekerjaan HR termasuk rekrutmen menjadi lebih efektif. Alihkan data-data berupa dokumen ke bentuk digital dan buat penyaringan kandidat yang lebih sesuai agar proses rekrutmen menjadi lebih nyaman dan ramah lingkungan. Terlebih lagi, GreatDay HR menyediakan fitur yang memungkinkan Anda untuk mengatur wawancara langsung di aplikasi mobile yang dapat diakses melalui ponsel pintar Anda. Segera unduh aplikasinya sekarang di AppStore dan PlayStore atau kunjungi lamannya dan jadwalkan demonya, gratis! Baca juga 9 Keterampilan Dasar Ini Wajib Dimiliki Karyawan

tahapan setelah interview user