Fikih Akbar: Prinsip-Prinsip Teologis Islam Rahmatan Lil 'Alamin. Allah SWT menurunkan syariat Islam sejatinya untuk menciptakan kehidupan yang baik bagi seluruh umat manusia tanpa kecuali. Dengan kata lain, syariat-Nya adalah rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil 'alamin). "Allaziina yunfiquna amwaalahum fii sabiilillaahi summa laa yutbi'una maa anfaqu mannaw wa laa azal lahum ajruhum 'inda rabbihim, wa laa khaufun 'alaihim wa laa hum yahzanun" Artinya: "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan Ciri orang yang ma'rifat adalah laa khaufun 'alaihim wa lahum yahzanuun. Ia tidak takut dan sedih dengan urusan duniawi. Karena itu, kualitas ma'rifat kita dapat diukur. Bila kita selalu cemas dan takut kehilangan dunia, itu tandanya kita belum ma'rifat. Sebab, orang yang ma'rifat itu susah senangnya tidak diukur dari ada tidaknya dunia. the Paradise إِلَّا except مَن who كَانَ is هُودًا (a) Jew [s] أَوْ or نَصَٰرَىٰۗ (a) Christian [s]" تِلْكَ That أَمَانِيُّهُمْۗ (is) their wishful thinking قُلْ Say هَاتُوا۟ "Bring بُرْهَٰنَكُمْ your proof إِن if كُنتُمْ you are صَٰدِقِينَ [those who are] truthful" Wujudnya, hidup sejahtera (lahum ajruhum 'inda rabbihim), damai (wa la khaufun 'alaihim) dan bahagia (wa la hum yahzanun). Karena itu, seluruh pemikiran, pandangan, pola pikir serta tata aturan dalam bidang agama, sosial, politik, hukum, ekonomi, budaya, maupun bidang lainnya, semestinya berorientasi pada tujuan untuk menciptakan kehidupan "Alaa inna auliya Allah laa khoufun alaihim walaa hum yahzanun" (ketahuilah sesungguhnya wali-wali Allah itu tak akan pernah takut dan tak kan pernah sedih). " Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap istiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka .

laa khaufun alaihim yahzanun