Jikakamu menjadi petinggi ASEAN yang berasal dari indonesia, apa usulmu untuk mengajak negara ASEAN lain dalam mengatasi masalah gizi buruk dikawasan asia tenggara adalah memberikan sebuah iklan atau informasi untuk mengajak memakan makanan dengan gizi yang baik setiap hari.Selain itu, saya juga memberikan bantuan di wilayah ASEAN yang masih kekurangan bahan makanan gizi.
Rajaratnammerupakan salah satu tokoh pendiri ASEAN yang berasal dari Singapura. Beliau adalah Menteri Luar Negeri yang mewakili Singapura saat penandatanganan Deklarasi Bangkok. Beliau menjabat menjadi Menteri Luar Negeri selama 15 tahun, yaitu dari tahun 1965 hingga 1980. Indonesia: Adam Malik. Malaysia: Tun Abdul Razak. Thailand: Thanat Khoman.
Jikakamu menjadi petinggi ASEAN yang berasal dari Indonesia, apa usahamu untuk mengajak negara ASEAN lain dalam mengatasi masalah gizi buruk di kawasan Asia tenggara ?. Question from @Taqarrubrub09 - Sekolah Menengah Pertama - Ips
BerikutDaftar Lengkap 5 Tokoh Pendiri ASEAN: Adam Malik, Menteri Luar Negeri Indonesia. Tun Abdul Razak, Wakil Perdana Menteri Malaysia. S. Rajaratnam, Menteri Luar Negeri Singapura. Narciso Ramos, Menteri Luar Negeri Filipina. Thanat Koman, Menteri Luar Negeri Thailand.
JikaKamu Menjadi Petinggi Asean Yang Berasal Dari Indonesia. Jika kamu menjadi petinggi ASEAN yg berasal dari indonesia, apa usulmu untuk mengajak negara ASEAN lain dalam mengatasi masalah gizi buruk di kawasan Asia - 186. Source: brainly.co.id. tolong di jawab cepat!!! - Brainly.co.id. Sebagai seorang pebisnis, kalian perlu menyadari bahwa
Jikakamu menjadi petinggi Asean yang berasal dari Indonesia ,apa usulmu untuk mengajak negara Asean lain dalam mengatasi masalah gizi buruk di kawasan - 191887 nurfadhilah7 nurfadhilah7 11.11.2018
. Jakarta - ASEAN atau organisasi regional kawasan Asia Tenggara telah berdiri sejak 8 Agustus 1967. Sesuai namanya yakni Association of Southeast Asian Nations, organisasi ini dibentuk oleh sejumlah negara pemrakarsa berdirinya ASEAN dengan tujuan mewadahi kerja sama regional di kawasan catatan laman resmi ASEAN, setidaknya ada lima negara yang termasuk dalam deretan negara pemrakarsa berdirinya ASEAN. Berikut daftar lengkapnyaIndonesia, diwakili oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Adam MalikMalaysia, diwakili oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul RazakFilipina, diwakili oleh Menteri Luar Negeri Filipina Narciso RamosSingapura, diwakili oleh Menteri Luar Negeri Singapura S. RajaratnamThailand, diwakili oleh Menteri Luar Negeri Thailand Thanat KhomanKelima negara itu mengadakan pertemuan dan menghasilkan kesepakatan sekaligus menandatangani sebuah Deklarasi ASEAN The ASEAN Declaration yang disebut Deklarasi Bangkok. Sebab itulah, tiap negara mengirimkan para menteri luar negerinya untuk menghadiri pertemuan ASEAN berisi pembentukan asosiasi untuk kerjasama regional di antara negara Asia Tenggara. Hal itu mencakup kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, teknis, pendidikan dan bidang Bangkok juga memproklamirkan ASEAN sebagai representasi kehendak kolektif negara-negara Asia Tenggara. Tujuannya untuk mengikatkan diri bersama dalam persahabatan dan kerja sama melalui upaya dan pengorbanan bersama hingga mengamankan rakyat mereka untuk keturunan berkat perdamaian kebebasan dan ASEAN Dibentuk oleh 5 Negara Pemrakarsa Tersebut?Mulanya, ada keinginan kuat dari para negara pemrakarsa berdirinya ASEAN untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera. Pada era 1960-an khususnya, kawasan Asia Tenggara tengah dihadapkan pada situasi rawan satu situasi di Asia Tenggara saat itu yakni adanya perebutan pengaruh ideologi negara-negara besar dan konflik antar negara di kawasan. Hal ini dimulai dari situasi perang dingin antara Amerika Serikat dengan Rusia yang membawa dampak stabilitas keamanan pada negara-negara di Asia dibiarkan terus-menerus, dikhawatirkan akan menghambat pembangunan kawasan negara tersebut. Kondisi inilah yang kemudian membuat negara-negara di Asia Tenggara merasa memerlukan sebuah wadah yang bisa melindungi buku Mengenal ASEAN dan Negara Negaranya karya Tri Prasetyono, ASEAN berhasil terbentuk juga akibat didorong oleh persamaan para anggotanya. Berikut persamaannyaSecara geografis terletak di kawasan Asia TenggaraNegara-negara di kawasan Asia Tenggara pernah dijajah bangsa baratMempunyai kepentingan mencegah pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni SovietMemiliki dasar kebudayaan Melayu AustronesiaMempunyai kepentingan dalam menangani berbagai permasalahan di bidang politikUsai ASEAN terbentuk pada 1967, beberapa tahun setelahnya, Brunei Darussalam masuk menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984. Kemudian disusul oleh Vietnam pada 28 Juli dan Laos mulai masuk bersamaan pada 23 Juli 1997. Hingga, 30 April 1999 Kamboja menjadi anggota terakhir yang masuk dalam juga disebut terbuka bagi negara di kawasan Asia Tenggara yang ingin bergabung. Asalkan, negara-negara tersebut setuju dan patuh kepada maksud, prinsip dan tujuan saat ini, negara-negara ASEAN yang masih aktif adalah 5 negara pemrakarsa ASEAN dan juga Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, hingga Kamboja. Simak Video "Teken FIR dengan Singapura, RI Diproyeksikan Kantongi Rp250 M Tiap Tahun" [GambasVideo 20detik] rah/twu
Cukup jawab benar atau salah merupakan anggota asean terbesar dan terluas dibandingkan dengan negara filipina, negara asean sebagian besar memiliki wilayah laut dengan luas sekitar adapun luas wilayah daratannya ± negara anggota ASEAN yang memiliki banyak pulau adalah indonesia dan malaysia3. seluruh negara ASEAN berada di sekitar garis khatulistiwa atau equator sehingga beriklim subtropis4. dengan adanya 9% burung endemik dan 11% spesies mamalia maka wilayah asean memiliki proporsi burung endemik dan mamalia terbesar di dunia5. berdasarkan letak koordinat, secara astronimis asean terletak antara 28°LU - 11°LS dan 92°BT - 141°BT​ Jawaban1. Benar2. Benar3. Salah4. Benar5. Benar seharusnya 93 BTPenjelasansemoga benar...
Jakarta - Association of South East Asian Nations atau lebih dikenal dengan ASEAN merupakan organisasi kerja sama antara negara-negara Asia Tenggara. ASEAN juga disebut sebagai Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara PERBARA.Terbentuk di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967, pembentukan ASEAN diprakarsai oleh 5 negara yaitu Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura dan Indonesia. Penandatanganan Deklarasi Bangkok menjadi dasar berdirinya kelima tokoh negara yang mewakili penandatanganan Deklarasi Bangkok diantaranya adalahAdam Malik perwakilan dari IndonesiaTun Abdul Razak perwakilan dari MalaysiaThanat Koman perwakilan dari ThailandNarcisco Ramos perwakilan dari FilipinaS. Rajaratman perwakilan dari SingapuraASEAN merupakan organisasi terbuka tanpa membeda-bedakan sistem politik maupun ideologi. Karena itu, jumlah anggota ASEAN kian bertambah hingga menjadi 10 negara, yaituIndonesia masuk pada tanggal 8 Agustus 1967Malaysia masuk pada tanggal 8 Agustus 1967Thailand masuk pada tanggal 8 Agustus 1967Filipina masuk pada tanggal 8 Agustus 1967Singapura masuk pada tanggal 8 Agustus 1967Brunei Darussalam masuk pada tanggal 7 Januari 1984Vietnam masuk pada tanggal 28 Juli 1995Myanmar masuk pada tanggal 23 Juli 1997Laos masuk pada tanggal 23 Juli 1997Kamboja masuk pada tanggal 30 April 1999Di Indonesia sendiri, gedung Sekretariat ASEAN sebelumnya berada di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun pada tahun 2019 dilakukan pemindahan gedung ke Jalan Sisingamaraja Nomor 70A yang juga berada di Jakarta Terbentuknya ASEANASEAN dibentuk karena adanya persamaan latar belakang antara negara-negara anggota. Mengutip dari buku Mengenal ASEAN dan Negara-negaranya yang disusun oleh Tri Prasetyono, S. Pd, berikut merupakan beberapa persamaan yang dimiliki negara-negara anggota terletak di kawasan Asia TenggaraNegara-negara di kawasan Asia Tenggara sama-sama pernah dijajah oleh bangsa baratMemiliki kepentingan mencegah pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni SovietMempunyai dasar kebudayaan Melayu AustronesiaMempunyai kepentingan dalam menangani berbagai permasalahan di bidang politik, ekonomi, sosial serta budayaTujuan Dibentuknya ASEANASEAN dibentuk dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan budaya di negara-negara anggotanya. Sedangkan jika mengacu pada tujuan pembentukan ASEAN berdasarkan Deklarasi Bangkok yakni meningkatkan perdamaian dan kestabilan regional di Asia samping itu, terbentuknya ASEAN ditujukan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di Asia Tenggara. Kemudian diharapkan dapat meningkatkan kerja sama secara aktif dan tolong menolong dalam berbagai bidang untuk kepentingan bersama baik itu ekonomi, sosial, kebudayaan, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasiASEAN melakukan beragam hubungan kerja sama di berbagai bidang. Kerja sama tersebut ditinjau dari bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya seperti, pembentukan ZOFPAN Zone of Peace, Freedom, and Neutrality, proyek industri yaitu ASEAN Urea Project, hingga pesta olahraga antar negara di Asia Tenggara Sea Games dan lain sebagainya. Simak Video "Krusialnya Isu Myanmar yang Jadi Perhatian Jokowi di KTT ASEAN" [GambasVideo 20detik] rah/rah
Meski banyak kendala dan tantangan, termasuk adanya perang antara Rusia dan Ukraina serta resesi global, Indonesia sebagai tuan rumah G20 2022 berhasil membawa konferensi tingkat tinggi yang diadakan di Bali pada 15-16 November lalu itu menghasilkan deklarasi bersama, yaitu G20 Bali Leaders’ Declaration. Ini menunjukkan bagaimana Indonesia, di bawah Presiden Joko “Jokowi” Widodo, telah berupaya menjadi kekuatan pemersatu di tengah ketidakpastian global. Sekarang, Indonesia telah mengalihkan fokus dan perhatian ke tantangan besar berikutnya memimpin ASEAN sepanjang tahun 2023. Ini adalah kelima kalinya Indonesia memegang Keketuaan ASEAN – sebelumnya yakni pada tahun 1976, 1996, 2003 dan 2011. Serah terima Keketuaan ASEAN dari Kamboja ke Indonesia dilaksanakan pada KTT ASEAN November lalu. Di tengah ketidakpastian geopolitik global saat ini, setidaknya ada tiga tantangan besar yang akan Indonesia hadapi selama mengetuai forum regional terbesar negara-negara Asia Tenggara itu, termasuk menyatukan negara anggota ASEAN terkait isu-isu global, memperkuat kerja sama regional, dan memperkuat multilateralisme. 1. Menjaga persatuan ASEAN dalam merespons isu global Sebagai ketua, Indonesia bertanggung jawab untuk memimpin berbagai upaya ASEAN dalam menyelesaikan krisis regional dan global. Negara-negara ASEAN saat ini terpecah pandangan dalam beberapa isu besar, seperti soal sengketa Laut Cina Selatan dan konflik di Myanmar. Setiap negara anggota ASEAN memiliki posisi, perspektif, dan kepentingan yang berbeda terhadap masalah tersebut. Kondisi ini membuat negara-negara anggota ASEAN rentan untuk dipecah belah dan dieksploitasi oleh kekuatan besar. Cina dan Amerika Serikat AS saat ini tengah bersaing untuk menanamkan pengaruh di Asia sebagai bagian dari persaingan global mereka. Dan Asia Tenggara berlokasi sangat strategis bagi kekuatan besar berada di tengah-tengah Indo-Pasifik – kawasan yang kini semakin menarik perhatian pembuat kebijakan dan para ahli dari dua negara besar tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia tidak hanya harus mempertimbangkan kepentingan negara-negara anggota ASEAN, tetapi juga perlu menyeimbangkan kepentingan persaingan dari luar kawasan. 2. Memperkuat kerja sama regional Walaupun Indonesia dikenal sebagai negara terbesar di ASEAN dan, di masa lalu, telah memperkenalkan berbagai terobosan untuk kepentingan kawasan, Indonesia tetap tidak akan mampu mengatasi segala tantangannya sendirian. Perlu dibentuk konsensus bersama antara anggota yang memiliki kepentingan dan tujuan nasional yang berbeda. Oleh karena itu, Indonesia perlu merangkul seluruh anggota ASEAN untuk memperkuat kerja sama regional serta menciptakan lebih sedikit perselisihan dan lebih banyak penyatuan kepentingan. Isu-isu seperti ketahanan dan keamanan pangan, keamanan maritim dan kejahatan transnasional dapat menjadi subjek untuk mulai melihat pentingnya ASEAN bagi negara-negara anggota. Isu-isu yang “menggantung” seperti ini cukup banyak, dan Indonesia dapat mempelopori upaya di tingkat regional untuk mendorong kerja sama ASEAN lebih lanjut di bidang tersebut. Dampak pandemi COVID-19 serta konflik Rusia-Ukraina terhadap rantai pasokan pangan dan ekonomi global menunjukkan bahwa negara-negara ASEAN membutuhkan kerja sama di tingkat regional dan kerangka kerja yang lebih kuat, ketimbang hanya membuat kebijakan secara sepihak. Salah satu contoh kesuksesan kerja sama regional adalah terkait persiapan menghadapi pandemi, dengan mendirikan Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Baru ASEAN ASEAN Centre for Public Health Emergencies and Emerging Diseases pada Pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN ke-15 di Bali. ASEAN berinisiasi mendirikan pusat ini agar para negara anggotanya dapat lebih siap menghadapi pandemi berikutnya. 3. Mendorong kembalinya multilateralisme Indonesia perlu mendorong penguatan “multilateralisme” yang saat ini terancam oleh makin kencangnya “minilateralisme”. Jika gagal, ASEAN justru bisa terpinggirkan dan makin bergantung pada kekuatan besar. Multilateralisme dapat diartikan sebagai kerja sama internasional antara tiga negara atau lebih. “Minilateralisme” tidak memiliki definisi khusus, tetapi untuk artikel ini, saya menggunakan definisi sebagai berikut Sekecil mungkin jumlah negara yang bekerja sama untuk memiliki dampak sebesar mungkin dalam memecahkan masalah tertentu, dan jumlah negaranya bervariasi tergantung pada masalahnya. Dalam beberapa tahun terakhir, minilateralisme telah berdampak pada munculnya kelompok-kelompok kecil, seperti AUKUS pakta keamanan trilateral antara Australia, Inggris dan AS untuk kawasan Indo-Pasifik dan QUAD Dialog Keamanan Indo-Pasifik antara Australia, India, Jepang, dan AS. Lembaga-lembaga tersebut bisa mengancam peran ASEAN di kawasan, karena mereka cenderung mendiskusikan dan menyusun kebijakan eksklusif tanpa terlalu melibatkan ASEAN. Negara-negara Barat semakin berusaha melawan kekuatan Cina di kawasan Indo-Pasifik menggunakan QUAD dan AUKUS ini, alih-alih bekerja sama dengan ASEAN. Pada November 2022, misalnya, Jepang menjadi tuan rumah Latihan Angkatan Laut Malabar bagi negara anggota QUAD di Laut Filipina, lepas pantai Jepang, dengan melibatkan kapal angkatan laut, pesawat terbang dan personel militer dari Australia, India, Jepang, dan AS. Cina mengkritik latihan militer tersebut, menyebutnya sebagai upaya untuk membatasi dan menahan pengaruh Cina yang tumbuh di kawasan itu. Guna melawan minilateralisme dan memperkuat multilateralisme, Indonesia perlu mendorong peran forum-forum yang dipimpin oleh ASEAN, seperti Forum Regional ASEAN, yang melibatkan tidak hanya kekuatan besar tetapi juga kekuatan regional dan menengah seperti Jepang dan Korea Selatan. Setiap dialog dengan mereka, kekuatan besar pun seharusnya tidak boleh terfokus pada isu-isu kontroversial dan sensitif, seperti sengketa Laut Cina Selatan. Fokus mereka sebaiknya hanya pada isu-isu yang memiliki kepentingan bersama, seperti konektivitas, perubahan iklim, dan keamanan maritim. Melibatkan kekuatan menengah, seperti Jepang dan Korea Selatan, akan menegaskan sentralitas ASEAN dan, jika berhasil, juga dapat menunjukkan bahwa multilateralisme – khususnya proses yang didukung ASEAN – masih aktif dan relevan. Mencegah perebutan kekuasaan besar Tantangan yang sedang Indonesia hadapi sebagai Ketua ASEAN cukup banyak, tetapi bukan berarti tidak dapat diatasi. Semua isu yang disebutkan di atas akan membangkitkan upaya yang lebih luas bagi Indonesia untuk mencegah ASEAN menjadi medan pertempuran politik kekuatan besar. Indonesia perlu memimpin ASEAN dalam memperkuat dan memperdalam kerja sama ASEAN di berbagai sektor untuk meningkatkan ketahanannya dari pengaruh luar. Jika Indonesia mampu menghindari hambatan, menavigasi situasi geopolitik dan menciptakan konsensus regional, Indonesia akan dapat mengubah tantangan itu menjadi peluang yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga kawasan secara keseluruhan. Pertanyaannya, apakah pemerintah kita memiliki kemauan politik untuk melakukannya? Hanya waktu yang dapat menjawabnya.
Jakarta - Association of South East Asian Nations ASEAN mempunyai sejarah yang panjang. Pada buku berjudul Association of South East Asian Nations ASEAN karya Koesrianti, eksistensi negara-negara di wilayah Asia Tenggara sangat dipengaruhi oleh negara penjajah, baik itu dalam segi ekonomi, hukum, maupun ASEAN sebetulnya bukan organisasi regional pertama yang ada di kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya ada ASA, Maphilindo, dan begitu, ketiganya tidak berumur panjang. Sehingga, negara-negara ASEAN pada akhirnya berinisiatif membentuk organisasi yang betul-betul baru dan mampu menampung semua aspirasi negara dasarnya, motif utama terbentuknya ASEAN adalah politik. Maksudnya, organisasi ini dibentuk sebagai tameng melawan kekuatan negara-negara besar di masa 'perang dingin'. Fungsinya, untuk menjaga kemerdekaan negara-negara pendiri pendiri ASEAN adalah Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Maka, pada intinya ASEAN dibentuk sebagai forum untuk memelihara perdamaian dan stabilitas kawasan Asia tenggara. Di samping itu juga untuk wadah diskusi dan penyelesaian permasalahan regional yang berpotensi mengganggu stabilitas negara di wilayah Sekretaris Jenderal ASEAN yang pertama?Mengutip dari buku berjudul Mengenal ASEAN dan Negara-negaranya karya Tri Prasetyono, Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967 merupakan dasar berdirinya dibentuk lima negara pendirinya. Masing-masing perwakilan dari negara pendiri adalah1. Adam Malik dari Indonesia2. Tun Abdul Razak dari Malaysia3, Thanat Koman dari Thailand4. Narcisco Ramos dari Filipina5. S. Rajaratman dari SingapuraHingga kini, sudah ada 13 orang yang telah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN. Beberapa di antaranya berasal dari ASEAN pertama kali bahkan, berasal dari Indonesia. Wakil Indonesia yang jadi Sekjen pertama ASEAN adalah Hartono Rekso menjabat sebagai Sekjen ASEAN pada 7 Juni 1976-18 Februari 1978. Jabatannya di ASEAN diteruskan kembali oleh perwakilan Indonesia, yakni Umarjadi Notowijono. Pria yang akrab disapa Pak Ton ini pernah menjadi Panglima Kodam III siapa saja yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN dari pertama kali hingga sekarang? Nah, kita sudah mengetahui bahwa Sekjen ASEAN pertama kali adalah H. R. Dharsono yang merupakan perwakilan dari Indonesia. Simak juga daftar tokoh yang pernah menjabat posisi tersebut di bawah H. R Dharsono Indonesia 7 Juni 1976-18 Februari 19782. Umarjadi Notowijono Indonesia 19 Februari 1978-30 Juni 19783. Datuk Ali Bin Abdullah Malaysia 10 Juli 1978-30 Juni 19804. Narciso G. Reyes Filipina 1 Juli 1980 -1 Juli 19825. Chan Kai Yau Singapura 18 Juli 1982-15 Juli 19846. Phan Wannamethee Thailand 16 Juli 1984-15 Juli 19867. Roderick Yong Brunei Darussalam 16 Juli 1986-16 Juli 19898. Rusli Noor Indonesia 17 Juli 1989-1 Januari 19939. Dato Ajit Singh Malaysia 1 Januari 1993-31 Desember 199710. Rodolfo C. Severino Jr. Filipina 1 Januari 1998-31 Desember 200211. Ong Keng Yong Singapura 1 Januari 2003-31 Desember 200712. Surin Pitsuwan Thailand 1 Jan 2008-31 Desember 201213. Le Luong Minh Vietnam 1 Januari 2013-31 Desember 2017Nah, itu dia wakil Indonesia yang jadi Sekjen ASEAN pertama kali sekaligus daftar siapa saja yang pernah menjabat posisi tersebut. Semoga informasinya bermanfaat ya detikers! Simak Video "Momen Jokowi dan Para Pemimpin ASEAN Pakai Batik di KTT Hari Kedua" [GambasVideo 20detik] nwy/nwy
ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations merupakan organisasi kerjasama internasional yang diikuti oleh 10 negara di Asia Tenggara. Negara pendiri ASEAN antara lain adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura. Masing-masing negara mengirimkan 1 wakilnya yang menjadi tokoh pencetus berdirinya ASEAN. ASEAN didirikan tanggal 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok yang diselenggarakan di kota Bangkok, Thailand. Kerjasama internasional ASEAN ini mencakup bidang ekonomi, politik, olahraga dan lain-lain. Untuk tau lebih tentang bagaimana ASEAN terbentuk, kamu bisa baca dulu artikel Latar Belakang Berdirinya ASEAN. 1. Indonesia Adam Malik2. Malaysia Tun Abdul Razak3. Thailand Thanat Khoman4. Filipina Narciso Ramos5. Singapura S. Rajaratnam 1. Indonesia Adam Malik Adam Malik merupakan tokoh pendiri ASEAN yang berasal dari Indonesia. Beliau lahir pada tanggal 22 Juli 1917 di Pematangsiantar, Sumatera Utara dan meninggal pada tanggal 5 September 1984 di Bandung, Jawa Barat. Adam Malik menjadi wakil Indonesia pada saat diselenggarakannya Deklarasi Bangkok, yang merupakan cikal bakal berdirinya ASEAN. Beliau menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia ketika menandatangani pembentukan ASEAN. 2. Malaysia Tun Abdul Razak Tun Abdul Razak adalah Perdana Mentri yang mewakili Malaysia saat diselenggarakannya Deklarasi Bangkok di Thailand. Beliau menjabat sebagai Perdana Mentri selama 6 tahun, yaitu sejak tahun 1970 hingga 1976. Beliau juga menjadi salah satu tokoh pendiri ASEAN. Tun Abdul Razak lahir pada tanggal 11 Maret 1922 di Pekan, Pahang, Malaysia dan meninggal pada tanggal 14 Januari 1976 di London, Inggris. 3. Thailand Thanat Khoman Thanat Khoman merupakan Menteri Luar Negeri Thailand yang menjabat selama 11 tahun, yaitu sejak tahun 1959 hingga 1970. Beliau adalah salah satu dari 5 tokoh pendiri ASEAN. Saat itu, Thailand menjadi tuan rumah dilaksanakannya Deklarasi Bangkok pada tahun 1967. Thanat Khoman lahir pada tanggal 9 Mei 1914 di Bangkok, Thailand. Beliau meninggal diusianya yang ke 101 tahun, tepatnya pada tanggal 3 Maret 2016. 4. Filipina Narciso Ramos Pendiri ASEAN perwakilan Filipina adalah Narcisco Ramos. Beliau lahir pada tanggal 11 November 1900 di Asingan, Pengasinan, Filipina dan meninggal pada 3 Februari 1986 di Manila, Filipina. Selain menjabat sebagai Mentri Luar Negri Filipina, Narcisco Ramos juga berprofesi sebagai jurnalis, pengacara dan duta besar. 5. Singapura S. Rajaratnam Rajaratnam merupakan salah satu tokoh pendiri ASEAN yang berasal dari Singapura. Beliau adalah Menteri Luar Negeri yang mewakili Singapura saat penandatanganan Deklarasi Bangkok. Beliau menjabat menjadi Menteri Luar Negeri selama 15 tahun, yaitu dari tahun 1965 hingga 1980. Rajaratnam lahir pada tanggal 25 Februari 1915 di Jaffina dan meninggal pada 22 Februari 2006 di Singapura. Informasi mengenai tokoh-tokoh pendiri ASEAN beserta negara pemrakarsa ASEAN dapat kamu jadikan referensi untuk menambah pengetahuan. Negara pemrakarsa ASEAN ada 5, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura. Originally posted 2020-03-17 213923.
jika kamu menjadi petinggi asean yang berasal dari indonesia