Application I applied online. The process took 2 months. I interviewed at Bank Danamon Indonesia (Jakarta) in Nov 2021. Interview. the time may quite short, but the interview pay attention to your ideas (though I think not fully of theirs). they ask question based on your cv and you need to know how to sell your value. Interview Questions.
Dalamhal kepemilikan saham, 92,47% saham Bank Danamon dimiliki oleh MUFG Bank, Ltd. dan 7,53% dimiliki oleh publik. Bank Danamon didukung oleh 862 jaringan kantor cabang konvensional, unit Syariah dan kantor cabang anak perusahaannya serta lebih dari 60.000 jaringan ATM Danamon, ATM Bersama, PRIMA dan ALTO yang tersebar di 34 provinsi.
Apartfrom network and trust, banking is a unique organization in placing its human resources in several strategic positions including my current position at PT Bank Danamon Indonesia as Information Security Management Head. I try to continue to develop knowledge and join the network of world cyber security communities, such as ISACA, EC
Inidia tips interview user: 1. Datang tepat waktu. Ketepatan waktu adalah hal penting dalam proses melamar kerja dari hadir saat tes sampai interview user. Sangat penting bagi kamu datang tepat waktu jangan sampai membuat interviewer menunggu. Jika hal tersebut terjadi, bisa saja menjadi nilai minus buat kamu.
Halopenonton youtube;)Konten kali ini untuk menjawab pertanyaan kalian semua yang lagi cari kerja, udah drop cv dan mau on the way interview khusus nya di B
TesHari Pertama: LGD dan Interview Awal. Hari pertama dimulai dengan pengisian absen dan pemberian nomor yang akan digunakan untuk tes. Kemudian, Bank Danamon akan memberikan presentasi mengenai program ini. Dimulai dari gambaran bank secara umum, kondisi ekonomi Indonesia, tahapan tes, tahapan development selama 1 tahun, dll.
. Halo, teman-teman pencari kerja! Post kali ini ada pengalaman saya ketika mengikuti tes kerja di Danamon. Sebelum kita masuk ke sesi sharing pengalaman, mari kita bahas sedikit mengenai Bank Danamon. Bank Danamon didirian pada tahun 1956 sebagai Bank Kopra Indonesia dan pada tahun 1976, bank ini berubah nama menjadi PT Bank Danamon Indonesia. Bank Danamon menjadi bank devisa pertama di Indonesia pada tahun 1988. Setahun kemudian, perusahaan ini menjadi perusahaan publik melalui penawaran saham di bursa efek Jakarta. Slogan Bank Danamon Saatnya pegang kendali Visi Bank Danamon Peduli dan Membantu Jutaan Orang untuk Mencapai Kesejahteraan Misi Bank Danamon Menjadi lembaga keuangan terkemuka di Indonesia yang keberadaannya diperhitungkan Oraganisasi yang berpusat pada nasabah, yang melayani semua segmen dengan menawarkan nilai yang unik untuk masing-masing segmen, berdasarkan keunggulan penjualan dan pelayanan, serta didukung oleh teknologi kelas dunia. Menjadi perusahaan pilihan untuk berkarya dan yang dihormati oleh nasabah, karyawan, pemegang saham, regulator dan komunitas di mana kami berada. Source diakses pada 9 Agustus 2018, 1150 AM Produk Bank Danamon Simpanan tabungan danamon, tabungan syariah, giro, deposito danamon, deposito syariah Pinjaman KTA instant, pendanaan otomotif, KPR, pembiayaan kepemilikan rumah iB Kartu transaksi kartu debit danamon, kartu debit danamon VISA master card, dll E-banking D-bank, D-mobile, dll Asuransi asuransi jiwa tradisional, asuransi jiwa unit link Partnership danamon MU, danamon western union, danaom corporate shell card Investasi reksadana, obligasi, valas, dll Syariah tabungan syariah, deposito syariah, dll Selain itu, Danamon juga menawarkan promo-promo seperti promo penawaran khusus, privilage, transfer dana, dll Anak Perusahaan Bank Danamon PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Adira Finance PT Asuransi Adira Dinamika Adira Insurance PT Adira Quantum Multifinance Adira Kredit Program Danamon Bankers Trainee Program DBT adalah sebuah program yang dirancang agar seorang banker dapat menjadi leader dalam waktu singkat. Program ini merupakan program khusus karena bankers akan mendapatkan pelatihan khusus selama setahun. Pelatihan yang diberikan berupa kelas + mentoring, On Job Training rotation assignment dari front line sampai back end, dan project. Selain itu, bankers juga akan mendapat kesempatan untuk mengikuti tes sertifikasi omega sertifikat banking. Note Latih bahasa Inggris teman-teman sebelum mengikuti tes DBT Catat nomor peserta teman-teman, karena nomor ini akan digunakan hingga akhir tes Tes Hari Pertama LGD dan Interview Awal Hari pertama dimulai dengan pengisian absen dan pemberian nomor yang akan digunakan untuk tes. Kemudian, Bank Danamon akan memberikan presentasi mengenai program ini. Dimulai dari gambaran bank secara umum, kondisi ekonomi Indonesia, tahapan tes, tahapan development selama 1 tahun, dll. Jangan lupa untuk mencatat hal-hal penting yang bisa digunakan dalam interview. Teman-teman juga akan diminta untuk mengisi form. Setelah presentasi selesai, peserta akan diminta menunggu 10-15 menit di luar untuk pembagian kelompok LGD leaderless group discussion. Kemudian, para peserta diminta masuk ke dalam dan duduk sesuai kelompok LGD yang terdiri dari 7-8 orang. Pada sesi ini, para peserta diminta untuk memecahkan suatu masalah dengan cara berdiskusi. Pada lembar soal terdapat case bahasa Inggris dan kurang lebih terdapat 5 pertanyaan. Diskusi dan pengambilan kesimpulan harus dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris. Case untuk tiap batch bersifat random. Tips lulus LGD berdasarkan pengalaman saya, biasanya peserta gagal karena bingung ketika berdiskusi. Saran saya; jangan lupa untuk aktif, namun jangan sampai mendominasi, bahkan memaksakan pendapat. Sampaikan pendapat dengan jelas dan jangan lupa untuk mendengarkan pendapat peserta lain. Jangan ragu untuk mendukung ide-ide bagus. Bila tidak setuju dengan pendapat orang lain, sampaikan keberatan dengan bahasa yang sopan. Jangan lupa catat hal penting di kertas yang dibagikan. Saya sarankan untuk tidak melihat orang HR yang sedang mengamati karena, konsentrasi teman-teman akan buyar. Sepertinya, pada pada tahapan ini yang dilihat bukanlah jawaban dari hasil diskusi. Melainkan kemampuan seseorang untuk mendengarkan pendapat, mengemukakan pendapat, mengetahui informasi penting, dan kemampuan untuk bekerja sama. Di akhir LGD, peserta diminta untuk menuliskan 2 orang yang paling berkontribusi dan 2 orang yang paling tidak berkontribusi beserta alasannya. Setelah itu, peserta diminta untuk kembali menunggu sekitar 30-60 menit tergantung kondisi. Peserta yang lolos tahap ini, akan diminta untuk mengikuti interview awal. Pada interview awal; teman-teman akan ditanya mengenai CV, kegiatan sehari-hari, alasan kenapa ingin bergabung dengan Danamon, dll. Interview dilakukan dalam bahasa Inggris. Setelah interview awal selesai, teman-teman diminta untuk menunggu sekitar 30 menit. Bagi peserta yang lolos, maka akan diundang untuk mengikuti in tray test. Jangan lupa untuk istirahat yang cukup karena tahap in tray test membutuhkan konsentrasi 100%. Tes Hari Kedua In Tray Test Tes ini dilakukan selama setengah hari. Pada tes ini, teman-teman akan diminta untuk mengerjakan case. Case yang diberikan bersifat random. Case yang diberikan sangat panjang berlembar-lembar dan case ditulis dalam bahasa Inggris. Saya sarankan teman-teman untuk membaca dengan pikiran jernih dan berdo'a agar tidak lupa. Waktu yang diberikan hanya 1 jam dan untuk saya pribadi, waktu ini sangat kurang karena kelemahan saya adalah membaca baik membaca dalam bahasa Indonesia mau pun bahasa Inggris dan daya ingat. Teman-teman akan diminta untuk menarik kesimpulan dari setiap file yang diberikan dan mengajukan solusi untuk case tersebut. Setelah selesai, teman-teman akan diberi 3 lembar kertas yang akan digunakan untuk membuat poster. Poster tersebut akan digunakan untuk presentasi. Saya sarankan agar teman-teman gunakan 1 kertas dan tulis hal yang paling penting saja, karena waktu yang diberikan tidak akan cukup bila harus menulis 3 kertas. Setelah poster selesai dibuat, teman-teman akan diminta menunggu sekitar 10 menit tergantung kondisi untuk presentasi. Presentasi dilakukan dalam bahasa Inggris. Saat presentasi, jangan lupa memberikan penjelasan berdasarkan data dan kondisi yang tertulis pada case. Saat sesi tanya jawab pun, usahakan untuk selalu menyertai jawaban dengan data. Sepertinya akan ada nilai tambah, karena ketika saya menjelaskan jawaban disertai data, bagian HR mencatat sesuatu. Di akhir presentasi, teman-teman akan diwawancara. Pertanyaan wawancara bersifat random, namun setelah saya berkali-kali tes ke bank, pertanyaan rata-rata interviewer adalah "Kamu lebih suka kerja hitungan atau ketemu orang?" Jawab ketemu orang, karena ... -> wajib jawab ketemu orang, jangan abu-abu "Kamu suka kerja pake target?" Jawab suka, karena ... -> wajib jawab suka, jangan abu-abu Kedua jawaban ini saya dapatkan setelah saya berkali-kali interview ke bank. Saya tanpa sengaja mendapatkan jawabannya, ketika interviewer dari salah satu bank "keceplosan". Jawaban ini saya dapatkan saat interviewer memberi saya kesempatan untuk bertanya. Saya tidak begitu ingat isi dari "keceplosannya" interviewer tersebut. Tapi intinya, bank ingin merekrut sales. Sharing untuk DBT sampai di sini, karena saya belum mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tahap seanjutnya. Semoga tulisan ini bisa membantu teman-teman untuk memersiapkan diri. Bila teman-teman lolos tahap ini, saya mengucapkan selamat! Teman-teman akan menjalani pelatihan selama 1 tahun dan saya yakin, pengetahuan perbankan teman-teman akan meningkat drastis.
A critical priority A digital- and future-ready workforce. As economies around the world become increasingly digital, one the most critical issues faced by organizations is to build a workforce that will meet future business objectives. This is no different in the financial services industry. To meet the demands of digitally savvy consumers, many Indonesian banks have incorporated digital initiatives as part of their corporate as opposed to IT-only strategy. A 2018 report by PwC indicated that 66% of survey respondents – from Bank Pembangunan Daerah BPD, joint venture banks, local banks, state-owned banks and Syariah banks – have developed their digital strategy as part of their business strategy. Evidently, banks need workers with more digital-ready skillsets as they digitize. But with virtual banking heightening competition, are financial institutions doing enough to identify and develop digitally competent workforces? A McKinsey’s study has shown that Indonesian consumers are very open to digital banking. Compared to other Emerging Asian markets, Indonesian banking customers is the second-most enthusiastic adopters of digital banking, only after Myanmar. Fifty-five percent of non-digital customers said they were likely to use digital banking in the next six months. Will traditional banks sufficiently ready their workforces to capture a slice of this pie? Or will the purely digital players win? One thing is clear. As digital technologies continue to fundamentally change the shape of competition and alter the way consumers live, work and play – all while workforce demographics continue to shift – financial institutions need to transform how they engage with and ready their workforces to optimize today and create a thriving tomorrow. No. 1 HR Capability Data-Driven Decisions The question is how. Across the world and in Asia, business and HR leaders agree that data-driven decisions is the number one HR capability required to drive the future of businesses. Companies that want to succeed need to focus on harnessing the talents of the workforce. But without insights from big data and advanced analytics, workforce decision making is often based on a manager’s experience and intuition. This is valuable in the absence of big data insights. But combined, experience and insights will transform HR scenarios. Hiring and reward will appear reasonable and fair. Managers will capture coaching opportunities and deliver them during critical times needed. Skill gaps will be accurately predicted and filled. And career paths will align the talent’s ambitions. Without data-driven HR and talent management, the impact to business performance can be severe. According to McKinsey, the relationship between the quality of talent and business performance is dramatic. In highly complex jobs such as information- and interaction-intensive work of managers or bankers, a study found that superior talent is 800% more productive. That’s a lot to be missing out if the workforce is under-optimized! Moreover, as automation increases in our evermore digital world, fewer employees would be in the value chain accomplishing tasks which are important and cannot be automated. This makes the performance of each employee more significant to overall business success. In such a landscape, financial institutions simply cannot afford to be eight times behind their competitors. Leading Banks at the Forefront of HR Transformation Fortunately, leading banks in Indonesia understand this compelling need. Bank Danamon Turning to Cloud to Generate New Value Bank Danamon is one of them. For the bank, the biggest challenge in the industry is how it can serve customers better than others. Knowing that their people play pivotal roles in how the bank serves customers and compete, Bank Danamon has turned to technological innovations to digitally enable its 12,000 employees who are based mostly in Java, Sumatra and Kalimantan. Why Cloud? No Hardware Investment, Real-Time Learning, Collaboration Anywhere The bank has taken the leap to integrate all functions in HR digitally on the cloud – as opposed to doing so in a piecemeal fashion. Why cloud? A significant business benefit is the savings from not having to invest on hardware. The added flexibility for Bank Danamon to adopt specific business processes into the system is also an advantage. But what is critical to the decision is the agility it gives employees and Bank Danamon. From recruitment to onboarding, learning and development to talent management as well as anything related to the management of HR, having the entire suite of HR tools on the cloud has allowed Bank Danamon to radically simplify HRM and work for all employees. Employees can gain access to business-critical knowledge in real-time. Teams can collaborate anywhere, anytime. Reaping Benefits Quickly The implementation has allowed the bank to refocus employees who used to manage HR administrative tasks to a more strategic work scope. As Mr. Heriyanto Agung Putra, Director of Human Capital of Bank Danamon puts it, “SAP SuccessFactors supports [our employees] to make their work easier. The managers can manage their people easier and in real-time online… [They] can see the profile of their subordinates, so they know how to develop and when to coach their subordinates.” He also highlights the importance of empowering employees so they can better serve customers in today’s competitive environment. For example, with digital learning and development, employees can quickly and easily access knowledge to serve customers better. He remarks, “Our employees are using digital to make it easier for customers. Customers can [transact with the bank] anywhere, anytime.” Becoming Future-Proof Mr. Putra notes the importance for Bank Danamon to catch up with the future of work as the younger generation such as millennials is growing and dominating their workforce. How aptly put as this is not only true for Bank Danamon or Indonesia, but across industries and around the world. HR Transformation in Banks The Time Is Now For banks thinking about HR transformation, the time is now. Drivers like what Mr. Putra highlighted and more is spurring HR digital transformations in banks and other financial institutions worldwide. Including HSBC, an example worth mentioning as the bank is driving a largest-in-history, global HR transformation project – involving 275,000 employees and contractors across 65 countries! To stay relevant to the digital consumer, attract and retain superior talent that drives business results and build a workforce that will meet future business objectives, HR transformation is no longer a luxury but a need right now. While it may be intimidating, the plus is that banks don’t have to go at it alone. Today, many experienced partners have the expertise and are armed with best practices to help financial institutions cut risk and boost returns. For banks contemplating a large-scale transformation, Mr. Alex Lowen, Group General Manager and Head of Group Performance, Reward, People Analytics and HR Transformation of HSBC shares useful advice “Be brave. These programs are enormous, they’re very scary as you start them. We had lots of conversations with our management board. We got time with them on a regular basis to talk to them about what we’re doing, why we’re doing it, the risks of doing it, the benefits of doing it, what it means for the future. We had moments where we wobbled, but we kept going and kept talking to them about it. I just think [it’s about] having that confidence, being brave, maintaining the conversation. You’ve got to have sponsorship and leadership in order to drive change this big, I think that’s really important.” Yayan Wirakusumah is an SAP customer solutions manager. More in Human Capital Management
Tentang Bank Danamon Bank Danamon adalah bank swasta di Indonesia yang merupakan peleburan dari Bank Kopra cikal bakal Bank Danamon dan 8 Bank Take Over BTO pada masa krisis moneter. Bank yang mengakuisisi Adira Finance ini terus mengeluarkan produk perbankan terbaiknya untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya, mulai dari menambah jumlah mesin ATM, membuat aplikasi mobile banking hingga mengeluarkan produk-produk syariah. Yang akan kamu lakukan Danamon Bankers Trainee DBT merupakan program Management Trainee Bank Danamon dimana Kamu, para lulusan baru berbakat akan dipersiapkan menjadi Pemimpin Masa Depan di berbagai bisnis, divisi dan fungsi di dalam Bank. Program ini akan berlangsung selama 12 bulan. Kamu akan menjalani tugas berikut Mengikuti program pendidikan dan pelatihan dengan rajin dan tekun dalam setiap kegiatan; baik dalam fase in-class training, on-the-job training, dan project assignment. Menjalankan segala instruksi terkait program DBT yang diberikan oleh Bank dan PUK yang ditunjuk oleh Bank. Menyelesaikan seluruh tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam pelatihan sesuai dengan standard yang ditetapkan; termasuk deliverables yang harus dicapai dalam fase project assignment. Mengikuti dan menyelesaikan seluruh ujian sesuai dengan standard minimum yang ditetapkan dalam Program DBT. Training, pengembangan diri & rotasi Pada 7 minggu awal, peserta program DBT akan mengikuti pelatihan dasar mengenai potensi diri untuk menjadi leader bisnis. Kegiatan mentoring ini dibimbing langsung oleh profesional bahkan direktur Bank Danamon itu sendiri akan turun tangan untuk menyampaikan materi. Setelah itu, kamu akan melaksakan Leadership Camp di Danamon Corporate University. Kemudian, peserta akan melakukan tour ke kantor pusat dan cabang. Kamu juga akan menjalani on job training dengan dirotasi di berbagai departemen dan divisi untuk mematangkan skill perbankan. Dia akhir program, kamu akan mengerjakan project assignment. Jenjang karir Setelah dinyatakan lulus program Danamon Bankers Trainee, perusahaan akan memberikan jaminan karir yang bagus. Kamu akan langsung diangkat menjadi karyawan di berbagai divisi baik di pusat maupun cabang bahkan kamu juga berkesempatan naik level setingkat asisten manajer. Penempatan ini berdasarkan pencapaian dan kinerja selama program serta penilaian presentasi tugas akhir. Work life balance Selain memperhatikan welfare karyawannya, Bank Danamon juga memiliki tanggung jawab pada worklife balance mereka. Kamu masih bisa menikmati kehidupan pribadi di luar jam kerja. Selain itu, penerapan jam kerja juga sesuai aturan yang berlaku yaitu 8 hingga 10 jam per hari. Meskipun demikian, sebagai peserta DBT yang memiliki jadwal padat, kamu dituntut untuk bekerja cepat bahkan melebihi waktu kerja untuk menyelesaikan project assignment. Kultur kerja Bank Danamon menyediakan fasilitas kerja yang lengkap dan lingkungan yang nyaman untuk menunjang kinerja karyawannya. Sebagai bank swasta yang besar, hubungan kerja antara senior dan jenior cenderung struktural namun sangat suportif, menyenangkan, dan saling bahu membahu untuk berkembang. Tentang kamu Untuk mengikuti program Danamon Bankers Trainee, kamu perlu memenuhi persyaratan berikut Memiliki motivasi tinggi, berorientasi pada hasil, gigih dan tangguh Memiliki kemampuan analisa, komunikasi dan interpersonal yang baik Memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Skor TOEFL / IELTS / TOEIC minimum 500/6/550 Lulusan S1 atau S2 dari universitas ternama baik dalam maupun luar negri IPK minimal 3,25 dari skala 4,00 Usia maksimal untuk lulusan baru S1 – 23 tahun & S2 – 25 tahun Usia maksimal dengan pengalaman kerja max. 2 tahun S1 – 25 tahun & S2 – 27 tahun Cara melamar Kemampuan Bahasa Inggris, Leadership, dan nilai akademik yang bagus sangat dibutuhkan untuk mengikuti program ini. Pastikan kamu memenuhi seluruh persyaratan di atas agar dapat dengan cepat mendapatkan respon dari tim rekrutmen. Untuk mengirim lamaran, kamu hanya perlu klik tombol "Apply on employer site". Kami akan mengarahkan kamu ke halaman website karir Bank Danamon.
Merupakan salah satu program percepatan karir di Bank Danamon bernama Danamon Development Progam atau yang sering disebut DDP. Setiap perusahaan selalu memiliki program ini untuk berkembang dengan cepat seperti MT ataupun MDP. Kali ini tipskerja akan membahas tentang pengalaman tes dan tahapan seperti apa di MT Danamon Development Progam DDP saat ini. Untuk MT di Danamon ini nantinya kamu akan langsung sesuai dengan divisi yang akan kamu tempati. Jadi MT di Danamon ini tidak menyeluruh kesemua management perusahaan melainkan sudah sesuai dengan divisinya. Berikut tahapan seleksi yang akan kamu jalani Baca Juga >>>Tips Untuk Fresh Graduate>>Tips Untuk Lolos FGD>>Hal yang pantang kamu lakukan saat wawancara>>Daftar Pertanyaan Saat Wawancara Kerja Dan Jawabannya<< interview user di bank danamon